Amazon Prime Day biasanya selalu menjadi pusat perhatian utama dalam setiap ajang belanja musim panas di berbagai belahan dunia. Kendati demikian, ajang tersebut bukan satu-satunya pilihan bagi para pemburu barang elektronik. Berdasarkan pantauan redaksi, pabrikan elektronik asal Korea Selatan, Samsung, kini turut meramaikan momentum tersebut dengan menggelar pesta diskon besar-besaran bertajuk 4th of July melalui toko resmi Samsung Store.
Menurut laporan berkala dari TechRadar, program promosi kali ini menyajikan deretan potongan harga paling agresif yang pernah tercatat sejak momen Black Friday. Berbagai produk unggulan teranyar yang baru meluncur beberapa bulan lalu, seperti lini ponsel pintar Galaxy S26 series, jam tangan pintar Galaxy Watch 8, hingga perangkat audio premium Galaxy Buds 4 Pro, kini dipasarkan dengan harga jauh di bawah harga ritel standar.
Untuk kategori ponsel pintar, ponsel kelas atas Galaxy S26 Ultra mendapatkan potongan harga langsung sebesar 350 dollar AS atau sekitar Rp 5,7 juta untuk semua varian warna dan kapasitas penyimpanan internal. Berdasarkan informasi dari pihak penyelenggara, konsumen juga berkesempatan mendapatkan potongan total hingga 720 dollar AS melalui skema tukar tambah atau trade-in perangkat lama. Model standar Galaxy S26 dan Galaxy S26+ juga mengalami pemangkasan harga masing-masing sebesar 200 dollar AS dan 300 dollar AS.
Selain perangkat genggam, sektor produk televisi menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diburu dalam ajang promosi ini. Dari pengamatan tim redaksi, Samsung tidak hanya memotong harga lini TV pintar model 2026 seperti seri R85H Micro RGB 4K Smart TV dan QD-OLED S95H untuk pertama kalinya, melainkan juga mengosongkan gudang untuk model-model tahun 2025 dengan diskon hingga mencapai 1.700 dollar AS atau berkisar Rp 27,8 juta.
Berdasarkan situasi di pasar digital saat ini, beberapa model televisi populer generasi sebelumnya seperti seri unggulan S95F berteknologi Glare-Free OLED 2.0 dilaporkan telah habis terjual untuk sebagian besar ukuran layar. Fenomena ini memaksa para calon pembeli untuk bergerak cepat mengingat ketersediaan stok barang promo yang kian menipis menjelang akhir pekan.