Sejumlah pegawai negeri sipil dan staf federal di lingkungan Gedung Putih dilaporkan merasa tidak nyaman dengan kebijakan baru yang mewajibkan instalasi aplikasi resmi administrasi pemerintahan saat ini di ponsel dinas mereka. Berdasarkan laporan yang dihimpun, aplikasi tersebut memuat konten yang sangat mendukung Donald Trump, dan para staf tidak memiliki opsi untuk menghapus atau menghilangkannya dari perangkat mereka.
Menurut laporan dari Wired, maraknya keluhan ini muncul dari para pekerja federal non-partisan yang menilai aplikasi tersebut berisi konten propaganda murni dari administrasi Trump. Dari pantauan redaksi, salah seorang staf bahkan sempat mencoba menghapus aplikasi tersebut sebagai bentuk uji coba, namun program tersebut langsung terinstal kembali secara otomatis beberapa saat kemudian.
Aplikasi yang kini bersifat wajib pada perangkat yang disediakan pemerintah tersebut dilaporkan memiliki fitur yang sama dengan versi publik yang tersedia di Android dan iOS. Di dalamnya terdapat fitur berita terkini, umpan media sosial, galeri foto, hingga siaran langsung pidato kepresidenan serta konferensi pers. Selain itu, terdapat pula tombol khusus untuk mengirim pesan teks kepada Presiden Trump yang secara otomatis mengisi kolom pesan dengan kalimat sanjungan.
Berdasarkan analisis para pengamat, seluruh konten berita di dalam aplikasi tersebut mengambil sudut pandang yang sangat pro-Partai Republik dan anti-Partai Demokrat. Hal ini dinilai kurang pantas bagi para pekerja agensi federal yang seharusnya bersikap netral dan tetap bertugas melintasi berbagai pergantian masa administrasi kepresidenan.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan adanya kekhawatiran besar mengenai kebijakan privasi dan keamanan data pada aplikasi tersebut. Seorang peneliti keamanan siber menemukan bahwa aplikasi ini melacak lokasi pengguna setiap 4,5 menit dan berinteraksi dengan infrastruktur non-pemerintah. Menanggapi risiko keamanan ini, beberapa pejabat federal kini dilaporkan memilih untuk membatasi penggunaan ponsel dinas mereka atau bahkan menolak menggunakannya sama sekali.